.:: Selamat datang di website Balai Arkeologi Sulawesi Selatan "Bersama kami menemukan peradaban" ::.

Benteng Takimpo Lipuogena/Liwu Toowa

Sabtu, 21 Mei 2016

Administrator

Islam

Dibaca: 618 kali

 Benteng ini terletak di Kelurahan Takimpo, Kecamatan Pasar Wajo pada koordinat 05º 32 47,3" Lintang Selatan dan 122º 51 02,5" Bujur Timur dengan ketinggian 179 meter dpl. Bentuk bangunan melingkar dengan kondisi dinding mengikuti kontur tanah, telah dipugar oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara 2006 dengan dinding terbuat dari batu karang.Benteng dilengkapi dengan lima pintu, pintu utama terletak pada sisi timur.Ketiga pintu lainnya masing-masing terletak di sisi selatan, utara dan barat.Masing-masing pintu terdapat bangunan kayu beratap sebagai pos penjagaan yang dilengkapi dengan meriam.Bagian bawah bangunan pos penjagaan digunakan sebagai pintu penjaga dan pengintaian.Dinding berukuran tinggi 2 meter, lebar atas 1,50 m.

Dari dalam benteng dapat dilihat topografi di sekitarnya, yaitu bagian utara kelihatan garis pantai dan bagian lainnya adalah gugusan pegunungan dan lembah-lembah yang tidak terlalu dalam kecuali pada bagian barat yang kondisi alamnya agak curam.Selain itu, kondisi alam sekitarnya terlihat topografi lahan dengan kontur berbukit yang saat ini digunakan sebagai lahan perkebunan.

Di dalam benteng terdapat sejumlah komponen bangunan seperti mesjid, batu pelantikan, makam-makam kuno yang seluruhnya telah dipugar oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara 2006.Bangunan mesjid yang terdapat di dalam benteng, memiliki bentuk denah bujur sangkar.Bagian barat terdapat bangunan menjorok keluar (mihrab) yang digunakan oleh imam dalam memimpin shalat.

Terdapat empat tiang utama di tengah (soko guru) yang langsung menopang bagian rangka atap.Tidak ditemukan adanya mimbar yang biasanya digunakan khatib untuk berhutbah. Dinding mesjid juga menggunakan batu karang sama seperti yang digunakan pada dinding benteng. Hasil pemugaran memasang lantai keramik di dalamnya.

Bagian atas pada dataran dekat mesjid, terdapat lapangan yang dahulunya digunakan sebagai tempat upacara.Ketika itu di lokasi tersebut senantiasa didirikan bendera kerajaan.Di sisi lainnya (sebelah timur dari lokasi itu) terdapat bangunan tempat pelantikan terbuat dari batu-batu karang berbentuk kursi yang bersusun lengkap dengan sandarannya.Menurut informasi masyarakat bahwa tempat pelantikan ini masih digunakan hingga sekarang untuk melantik Parabela, Moji, dan Waci.

Tidak terlalu banyak informasi yang diperoleh mengenai fungsi benteng ini di masa lampau.Keterangan beberapa anggota masyarakat sekitar menyebutkan bahwa benteng ini digunakan untuk melakukan perlawanan terhadap suku Tobelo yang paling ditakuti masyarakat.Selain sebagai bajak laut, suku Tobelo juga sering menyerang perkampungan terutama untuk merampas harta benda penduduk dan membawa lari anak gadis yang bermukim di kampung tersebut.

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas