.:: Selamat datang di website Balai Arkeologi Sulawesi Selatan "Bersama kami menemukan peradaban" ::.

Situs Gua Watumea

Gua Watumea terletak di Kampung Lawadia, Desa Watumea, Kecamatan Tiwu (yang merupakan pemekaran dari Kecamatan Kodeoha) pada posisi koordinat 03º 20 03,5" Lintang Selatan dan 120º 57 52,4" Bujur Timur dengan ketinggian 19 meter dpl. Untuk menuju ke situs gua ini dengan melalui jalan poros Malili – Lasusua, di kampung Lawadia memasuki perkampungan dan selanjutnya berjalan kaki di belakang rumah penduduk dengan kondisi jalan mendaki sekitar 200 meter.

Gua Watumea terbentuk dari proses pelapukan alami struktur gamping. Ciri-ciri fisik gua Watumea berupa lubang horizontal yang memanjang dari timur ke barat dan menghadap ke barat (320º).Permukaan tidak rata, dinding yang berbelok serta terdapat pertumbuhan stalaktit dan stalagmit pada bagian tengah gua yang tindih menindih serta menjulang ke atas.Pada mulut gua terdapat bongkah batu berupa reruntuhan dari langit-langit gua.Untuk masuk kedalam gua dapat melalui pintu yang langsung berhadapan dengan jalan kampung yang menanjak.

Proses pelapukan pada Gua Watumea disebabkan oleh kerja alam misalnya air, angin dan proses-proses kemis serta biologis. Tanah gembur yang mendominasi permukaan gua adalah cantoh betapa pelapukan tersebut telah berlangsung cukup lama, hal itu pula yang mungkin menyebabkan tertimbunnya berbagai temuan yang berukuran kecil (seperti fragmen tulang, gerabah, dan artefak lainnya

Lantai (permukaan tanah) dalam gua tidak rata dengan kontur yang bergelombang.Langit gua melengkung dan bagian depan terdapat satu pilar. Di sana sini terdapat lubang-lubang hasil penggalian illegal yang dilakukan oleh penduduk untuk mencari barang-barang antik. Di dalam gua juga terdapat bolder-bolder batu hasil reruntuhan dari langit-langit gua. Keseluruhan permukaan gua sudah rusak total, sehingga yang dapat diamati dari permukaan tanah sekitar hanyalah berupa pecahan-pecahan tulang dan cangkang moluska gastropoda.

Kegiatan penguburan dalam gua maupun ceruk merupakan salah satu dari kegiatan kehidupan dalam konteks pemanfaatan gua oleh manusia. Gua atau ceruk dipandang mempunyai nilai lain yang sangat penting dalam sistem penguburan manusia masa lampau. Pada tingkat okupasi manusia dengan jumlah anggota keluarga yang cukup banyak, mereka semakin meningkatkan pemanfaatan lingkungan dengan mengeksploitasi sumber daya alam yang tersedia di sekitarnya.Penghunian gua ketika itu perlahan mulai ditinggalkan, dan mereka tersebar membentuk kelompok-kelompok kecil di daerah yang tidak jauh dari sumber air.Gua atau ceruk digunakan bukan sebagai tempat tinggal, melainkan sebagai tempat penguburan.Hal itu disebabkan peningkatan pengetahuan dan wawasan dalam mengarungi kehidupan.Peningkatan pengetahuan manusia ini juga berimplikasi pada pola penguburan dan lokasi penguburan.

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas