.:: Selamat datang di website Balai Arkeologi Sulawesi Selatan "Bersama kami menemukan peradaban" ::.

Situs Gua Wacu Pinodo

Gua ini bukan merupakan gua horizontal, tetapi lubang-lubangnya vertikal dan tidak terlalu dalam. Memiliki banyak celah-ruang dan setiap celah tadinya berfungsi sebagai  tempat menyimpan mayat leluhur orang Tolaki Culangbacu. Orientasi mulut gua,  ada yang menghadap ke Selatan dan ada yang menghadap ke Barat dan ada pula yang menghadap ke Utara. Letak gua ini secara`administrasi termasuk dalam wilayah desa Lampanga, merupakan desa persiapan  Kecamatan Wiwirano, Kabupaten Konawe Utara dengan titik koordinat 03˚ 11’ 37,4” Lintang Selatan dan 122˚ 07’ 06.7” Bujur Timur.

Celah gua di sebelah Selatan masih tersisa dua buah tulang manusia dan ada 1 buah fragmen gerabah (lihat foto), merupakan ceruk yang memanjang dari Timur-Barat dengan panjang ± 3 m. Sementara celah yang lain tidak ditemukan sisa-sisa dari aktivitas penguburan. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh adanya pencurian benda-benda kubur oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Menurut keterangan pendudu bahwa salah satu celah di bagian tengah dan cukup dalam terdapat banyak tulang belulang beserta benda-benda penyerta dari aktivitas penguburan manusia masa lalu. Sayangnya tim penelitian tidak berhasil menjangkau celah tersebut oleh keterbatasan peralatan.

Dari pengamatan yang dilakukan memperlihatkan adanya ruangan lainnya yang menghubungkan antar keduanya yang cukup gelap. Gua ini memiliki tiga buah lorong vertikal dan letaknya tidak terlalu tinggi. Di sekelliling gua merupakan hutan dari tanaman keras yang tumbuh di celahcelah batu gamping serta lahan perkebunan kelapa sawit. Menurut keterangan bapak Midwan (salah satu tokoh masyarakat Wiwirano) bahwa gua ini dulunya banyak terdapat wadah penguburan yang terbuat dari tanah liat (tempayan) dan berisi tilang-belulang beserta benda-benda penyertanya (benda-benda logam, manic-manik dll).

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas