.:: Selamat datang di website Balai Arkeologi Sulawesi Selatan "Bersama kami menemukan peradaban" ::.

Istana Raja Kedatuan Sawitto

Istana Raja Kerajaan Sawitto terletak di poros jalan Pinrang –Rappang atau terletak kurang lebih 2 km ke arah timur dari pusat ibukota Pinrang dengan koordinat LS 03⁰ 47’ 28’3”, BT 119⁰ 39’ 16,2”. Penanda masa lalu yang masih tersisa di situs ini berupa sebuah rumah batu permanen yang bergaya arsitektur kuno (lihat foto). Menurut keterangan salah seorang kerabat raja Sawitto (A. Sawerigading) bahwa sebelum istana dari bahan batuan ini dibangun, sebelumnya adalah istana dari bahan kayu. Khusus untuk istana dari batu tersebut katanya dibangun pada masa pemerintahan Kolonial. Selanjutnya menurut penuturan bapak A. Sawerigading bahwa seluruh kegiatan yang berkaitan dengan pemerintahan, politik, social, ekonomi dan keagaan dikendalikan dari pusat istana tersebut.

Datu terakhir Sawitto Andi Rukiah atau dikenal Addituang atau datu yang dikirim dari pusat kerajaan besar (Bone), beliau adalah istri dari Andi Makkulau (Bupati pertama Kabupaten Pinrang). Situs Istana terletak di kota Pinrang, jl.Bau Massepe poros  arah ke Rappang Kabupaten Sidrap.

Silsila Addatuang Sidenreng dan Addatuang terakhir Sawitto  , sumber dari Mess Daerah Kabupaten Sidrap. 

Addatuang Sidenreng  Towappo, kawin dengan  tungke Arung Barani, melahirkan anak Addatuang Sidenreng Lawawo, kemudian kawin dengan Ibubeng Karaeng Pabineang, melahirkan anak nama, Inomba Datu Pammana. Kawin dengan Muhammad Petta Cambange melahirka 5 anak, pertama Addatuang Sidenreng Panguriseng dengan Ibangki Arung Rappang, melahirkan 6 anak yaitu Addatuang Sidenreng Lasadang Potto dengan Andi Baeda, ia melahirkan 6 anak adalah Andi Besse Bulo kawin dengan Andi Mappanyuki ia melahirkan anak 2 orang adalah Andi Abdullah Datu Massepe dan Andi Rukiah Addatuang terakhir Sawitto (Fotonya tertera di atas) kawin dengan Andi Makkulau Bupati pertama Kabupaten Pinrang

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas