.:: Selamat datang di website Balai Arkeologi Sulawesi Selatan "Bersama kami menemukan peradaban" ::.

Gua Wabose

Gua Wabose terletak di Dusun II, Desa Liang Kobori, Kecamatan Lohia dengan posisi koordinat 04º 53 37,2" Lintang Selatan dan 122º 40 24,9" Bujur Timur pada ketinggian 217 meter di atas permukaan air laut. Arah hadap gua yaitu Barat Daya (190º) dengan permukaan lantai berupa tanah gembur berwarna coklat kekuningan disertai bolder-bolder di beberapa bagiannya. Beberapa ornamen gua masih terlihat namun tidak aktif, seperti stalaktit dan stalagmit dengan satu pilar pada bagian barat.Ukuran gua yaitu lebar mulut berukuran 15 meter, panjang mulut gua 23 neter, tinggi langit-langit 8 meter (dari lantai) dan ukuran lebar lantai 12,5 meter. Gua Wabose memiliki intensitas cahaya yang tinggi (terang) sehingga beberapa gambar yang tertera di dindingnya dapat terlihat dengan jelas.

            Jumlah gambar yang tertera di dinding gua sebanyak 65 gambar. Beberapa di antaranya dapat diidentifikasi jenisnya seperti gambar manusia menunggang kuda,, gambar matahari, gambar cap tangan (hand stencil), gambar yang menyerupai kemaluan perempuan, dan gambar lipan. Selain itu, masih terdapat beberapa jenis gambar yang sudah aus dan juga ada gambar yang sulit diidentifikasi. Jenis dan jumlah gambar yang terdapat di Gua Wabose dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel Jenis dan Jumlah Gambar Dinding Gua Wabose

No.

Jenis Gambar

Jumlah

Keterangan

1.

Gambar Manusia

   31

Posisi kangkang

2.

Gambar Penunggang Kuda

     3

 

3.

Gambar Matahari

     1

 

4.

Gambar Cap Tangan

     2

Letaknya terpisah di langit-langit gua 1 yang sudah aus

5.

Gambar Lipan

     1

 

6.

Gambar menyerupai kelamin perempuan

     9

 

7.

Gambar yang tidak teridentifikasi

   18

 

 

Jumlah

   65

 

 

Keseluruhan gambar dinding gua berwarna merah dan tersebar pada beberapa bagian dinding gua. Selain gambar diterakan pada dinding juga terdapat dua gambar cap tangan yang terletak pada langit-langit gua dan letaknya bterpisah (satu di antaranya sudah aus bahkan beberapa jari-jarinya sudah tidak tampak lagi). Ada pula gambar yang diterakan pada staltit (yang menggantung) dan stalagmit. Tampaknya gambar lebih terkonsentrasi pada dinding gua sisi timur, sedangkan pada bagian barat tidak ditemukan gambar, dan hanyan terdapat satu pilar dari hasil pembentukan tetesan air yang melarutkan CaCO3 yang berlangusng dalam kurun waktu cukup lama. Gambar yang diidentifikasi sebagai gambar perempuan digambarkan pada sebidang dinding stalagmit yang tergantung (tampaknya sudah terpotong). Beberapa cangkang moluska yang ditemukan di permukaan dari kelas gastropoda dan pelecypoda.

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas