.:: Selamat datang di website Balai Arkeologi Sulawesi Selatan "Bersama kami menemukan peradaban" ::.

Situs Istana Rahawatu

Sabtu, 21 Mei 2016

Administrator

Islam

Dibaca: 251 kali

Situs Istana Rahawatu secara administrative terletak di Kelurahan Tobonto, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana. Secara administratif, situs ini berada pada titik S 04°42’32,4” dan S 121°55’54,4”, dengan ketinggian 162 m dpl. Jarak situs dari jalan poros Kolaka-Bombana sekitar 200 m, dapat ditempuh dengan mengunakan kendaraan roda empat melalui jalan pengerasan, melewati pemukiman dan perkebunan yang banyak ditumbuhi pohon jati, pohon coklat, semak belukar dan pohon-pohon liar.

Kondisi daratan di sekitar situs cukup datar dengan sedikit bergelombang lemah, luas area sekitar 100 m yang diapit oleh bukit di sisi barat daya dan sungai kecil di tenggara. Indikasi arkeologi yang terlihat yakni struktur bangunan yang merupakan pondasi istana dari bahan batu kali dicampur dengan semen dan kapur. Pondasi bangunan terlihat berbentuk segi empat dengan tinggi dari permukaan tanah sekitar 70 m.  Pondasi bangunan istana ini memanjang dari barat daya ketimur laut hingga 30 m dan melebar dari barat laut ketenggara hingga 10 m. Di sebelah selatan pondasi istana terdapat sungai kecil yang disebut sungai rahawatu, mengalir dari utara keselatan. Letak tangga istana yang berada di sebelah tenggara struktur bangunan terlihat menunjukkan bahwa bangunan tampak menghadap kesungai rahawatu.         

Di sebelah barat laut pondasi istana, terdapat kompleks makam yang terdiri dari 18 makam dan merupakan keterunan raja-raja rahawatu. Beberapa makam tesebut diantaranya adalah makam raja ke 3 sampai ke 5 kerajaan rahawatu. 13 makam telah diatapi dari seng dan tiang dari kayu yang memiliki berbagai hiasan dengan tinggi makam dari permukaan tanah sekitar 1 meter. Makam yang dianggap oleh masyarakat setempat sebagai makam islam ini terlihat mengahadap barat laut ketenggara, mengikuti arah hadap istana yang mengarah kesungai rahawatu. Meriam  yang berukuran 1 m dan diameter lubang  9 cm, terdapat di tengah-tengah kompleks makam. Di sekitar permukaan situs ditemukan fragmen porselin dinasti Chingabad 17-18 yang terdiridari 1 bagian dasar dan 3 bagian badan, dan fragmen porselin Eropa abad 18-19 yang terdiri dari 2 dasar dan 1 tepian.

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas