.:: Selamat datang di website Balai Arkeologi Sulawesi Selatan "Bersama kami menemukan peradaban" ::.

Situs Bukit Kamansi

Kalumpang merupakan wilayah kecamatan di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat yang dikenal sebagai tempat yang banyak berbicara dalam khasanah prasejarah di Indonesia berkat penelitian yang pernah dilakukan semenjak masa penjajahan. Oleh Sebab itu, para peneliti arkeologi menjadikan Kalumpang sebagai barometer penelitian neolitik di Indonesia, bahkan salah satu situs neolitik terlengkap di dunia . Di wilayah Kalumpang terdapat dua situs yang kerap menjadi objek penelitian arkeologi, diantaranya situs Bukit Kamansi dan situs Minanga Sipakko. Situs Bukit Kamansi terletak sekitar 500 meter di sebelah barat daya pusat pemerintahan Kalumpang, sedangkan  situs Minanga Sipakko berjarak sekitar 2 km ke arah barat dari pusat pemerintahan Kalumpang. Kedua situs ini terletak di tepi sungai Karama.

Situs Bukit Kamansi berada pada perbukitan yang letaknya tepat di tepi jalan poros menuju ibukota kecamatan dan tepi anak sungai karama. Pemanfaatan lahan pada situs bukit kamansi sekarang ini menjadi area perkebunan jati warga setempat. Jenis batuan yang terdapat pada permukaan situs berupa batuan sekis yang memungkinkan dijadikan sebagai bahan untuk membuat artefak batu.  Elevasi situs ini 98 mdpl dengan titik koordinat LS 2°28’45 dan BT 119°28’59 (GPS Garmin).

Dari hasil ekskavasi yang dilakukan dari spit (1) sampai spit (14) dengan total kedalaman  kotak ekskavasi 199 cm dari tali rata. Variasi temuan yang terdapat pada kotak ekavasi antara lain: fragmen gerabah (slip merah, kasar, dan berhias), artefak batu (beliung, sepih obsidian, pahat batu, batu asah, lancipan, dan perhiasan dari batu), serta alat kerang. Berdasarkan variasi temuan tersebut maka semakin memperkuat bahwa situs bukit kamansi merupakan situs neolitik yang kemungkinanna dihuni sekitaran 4000 - 1000 tahun yang lalu. Hal tersebut didukung dengan kesamaan temuan pada situssitus yang bertarikh neolotik di Asia Tenggara.

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas