.:: Selamat datang di website Balai Arkeologi Sulawesi Selatan "Bersama kami menemukan peradaban" ::.

Gua Pabbujang-Bujangang

Gua Pabbujang-bujangan secara adminitratif terletak di Kampung Kayu Mate Kelurahan Bori Masunggu Kecamatan  Labbakkang. Secara astronomis berada pada titik S 04º 47’ 22,7” dan E 119º 31’ 19,5” dengan ketinggian 10 m dpl. Untuk menuju ke gua ini melewati perkebunan, bukit karts, dan dan pematang sawah. Mulut gua menghadap timur yang di depannya terlihat hamparan sawah dan perkebunan. Di pelataran gua ditumbuhi pohon pisang, pohon mangga, jati dan semak blukar. Ukuran lebar mulut gua 15 m, ketinggian 5 m dan kedalaman ruang 7 m. Di langit-langit dan di stalalagtit gua masih terlihat adanya tetesan air. Permukaan lantai gua agak rata dan terlihat adanya genangan air.

Intensitas cahaya ke dalam gua relatif baik. Di bagian atas dinding gua, terdapat 1 lorong yang sempit yang di dalamnya tersebar kotoran kalelawar. Di langit-langit gua ditemukan adanya 2 indikasi lukisan. Kondisi lukisan telah terkupas dan pudar sehingga sangat sulit di identifikasi. Lukisan tersebut dapat disentuh karena terdapat lantai dari ornamen gua yang tingginya dari lantai dasar 4 m. Jarak lukisan dari lantai hanya 30 cm sampai 40 cm. Kedua lukisan berupa garis dan berbentuk oval. Lukisan tersebut berwarna merah dengan menggunakan teknik oles.  

Tinggalan arkeologi yang ditemukan di permukaan gua adalah 7 fragmen gerabah, 1 fragmen stoneware, 1 fragmen porselin, 4 gigi binatang, dan 4 fragmen tulang. Selain itu ditemukan sebaran cangkang moluska jenis Placana Ephipium di permukaan lantai gua.

Di sebelah utara gugusan gua Pabbujang-bujangang terdapat kompleks makam yang ramai dikunjungi masyarakat untuk berziarah. Jaraknya sekitar 20 m dari gua yang berada di puncak bukit gugusan karts ini. Untuk menuju ke kompleks makam tersebut melewati perkebunan dan bukit yang terjal. Namun, terdapat tangga dari bahan campuran semen yang telah dibangun oleh pemerintah setempat untuk para para peziarah.  Menurut informasi masyarakat setempat bahwa peziarah yang berkunjung untuk memohon berkah agar diberi rezeki. Makam tersebut merupakan makam Karaeng Bulu yang dianggap sebagai pemilik kampung di daerah tersebut.

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas