.:: Selamat datang di website Balai Arkeologi Sulawesi Selatan "Bersama kami menemukan peradaban" ::.

Gua Pappanaungang II

Gua Pappanaungang 2 berada berdampingan dengan Gua Pappanaungang 1. Jaraknya sekitar 10 m yang berada sebelah utara  gua Pappanaungang 1.  Secara administratif , Gua Pappanaungang 2 terletak di Dusun Parang-parang Desa Bowong Cindea Kecematan Bungoro. Secara astronomis, letak gua ini berada pada S 04º 48’ 13,4” dan E 119º 31’ 22,8 “ dengan ketinggian 11 m dpl. Untuk menuju ke gua melewati pematang sawah yang jaraknya sekitar ±260 m dari jalan aspal. Mulut gua menghadap timur laut yang di depannya adalah hamparan sawah. Di pelataran gua ditumbuhi pohon pisang, pohon jati, pohon bambu, kelapa dan semak blukar.

Ukuran lebar mulut gua yakni15 m, dengan tinggi 7 m dan kedalaman lorong hingga 7 m. Gua ini memiliki banyak lorong-lorong kecil dengan kondisi langit-langit gua yang agak lembab. Intesitas cahaya ke dalam gua relatif baik.  Air masih banyak terlihat menetes di stalagtit dan di dinding gua. Menurut informasi masyarakat setempat, gua ini sering didatangi oleh orang Cina untuk berziarah. 

Cangkang Moluska ditemukan tersebar dan ada pula tersemented di lantai dan di dinding gua. Jenis Cangkang moluska yang ditemukan terdiri dari Archidae, Placana Ephipium, Crastrotrea Cuculata, Veneridae, Telescopia dan Strong Bidae. Namun, jenis cangkang moluska yang paling dominan terlihat adalah Veneridae.

Di bagian dalam gua, ditemukan fragmen gerabah dan alat serpih yang terperangkap oleh kumpulan cangkang moluska yang tersemented. Secara vertikal, jarak antara alat serpih dengan gerabah adalah 28 cm, sedangkan secara horizontal, jaraknya adalah 74 cm.    

Temuan arkeologis lainnya yang didapakan di permukaan lantai gua adalah 22 artefak batu, 3 framen tulang, 5 jepit kepiting, 8 fragmen gerabah, dan 2 taring babi rusa. Artefak batu yang ditemukan antara lain adalah 1 batu inti dari bahan gamping, 6 serut yang terdiri dari 4 gamping dan 2 chert, 2 lancipan yang terdiri dari 1 gamping dan 1 chert, 1 mata tombak dari bahan gamping, 4 bila yang terdiri dari 2 gamping dan 2 chert, dan 8 tatal terdiri dari 7 chert dan 1 gamping. Bagian gerabah yang ditemukan adalah 1 dasar gerabah yang berhias dengan teknik gores, 5 badan, dan 2 badan berselip merah.     

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas