.:: Selamat datang di website Balai Arkeologi Sulawesi Selatan "Bersama kami menemukan peradaban" ::.

BALAI ARKEOLOGI SULAWESI SELATAN PRESENTASI PADA SOPPENG TOURISM EXPOSE

Selasa, 15 November 2016

Administrator

Umum

Dibaca: 445 kali

Jakarta - Kepala Balai Arkeologi Sulawesi Selatan M. Irfan Mahmud, SS, M.Si dan peneliti senior Budianto Hakim mempresentasikan potensi pariwisata sejarah-budaya Kabupaten Soppeng, khususnya arkeologi, bertempat di Presedent Launge, Menara Batavia (10/11/2016). Launching Soppeng Tourism Destination diselenggarakan PATA Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Soppeng. PATA yang berkantor pusat di Bangkok beranggotakan 1.110 pelaku bisnis/industri pariwisata. PATA Indonesia merupakan asosiasi yang berperan dalam pengembangan industry travel dan pariwisata di kawasan Asia Pasifik yang akan mendorong pertumbuhan destinasi wisata di Indonesia.

Dalam kesempatan itu CEO PATA (Pasific-Asia Travel Association) Indonesia Chapter, Poernomo Siswoprasetijo,  menyampaikan bahwa Soppeng merupakan salah satu destinasi baru yang sangat memiliki prospek menjaadi pilar pariwisata nasional. Tentu saja lanjutnya, diperlukan keterlibatan dan kersama dengan stakeholder industri pariwisata agar dapat mendorong percepatan sebagai destinasi handal. Upaya yang di lakukan PATA Indonesia ini sangat baik dalam rangka berperan mendorong lahirnya destinasi baru guna menunjang target pemerintahan Jokowi-JK 20 juta wisatawan mancanegara tahun 2019.

Bapak Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak, dalam paparannya memberi perhatian serius dan isyarat baik dukungan pemerintah lokal bagi semua pihak yang ingin mengambil bagian dalam pengembangan potensi Pariwisata di daerahnya. Menurutnya, Soppeng selain memiliki pesona adat-istiadat, juga memiliki kecantikan alam dan potensi arkeologi yang merupakan salah satu situs tertua di Indonesia. Bahkan Bupati Soppeng mengatakan Kawasan WalennaE dapat menjadi destinasi kepurbaan lingkungan dan sejarah umat manusia. Bupati Soppeng berharap, situs Lembah WalennaE dapat berkembang sebagaimana Sangiran di Jawa Tengah. Karena itu butuh perhatian dan dukungan pemerintah pusat untuk pengembangan tersebut.

Pandangan Bupati Soppeng mendapat penegasan dari Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Soppeng, Farouk Adam, bahwa selama ini Sulawesi Selatan hanya bertumpu pada 3 destinasi utama, Makassar, Toraja, dan Bulukumba. Karena itu, kehadiran destinasi Soppeng dapat menambah tujuan wisataawan yang datang ke Sulawesi Selatan.

Kepala Balai Arkeologi Sulawesi Selatan, M. Irfan Mahmud, menambahkan nilai penting dari situs-situs Kabupaten Soppeng dari aspek kepurbaannya bagi pendidikan, penelitian, dan pariwisata. Ia menyampaikan potensi Soppeng dari hasil penelitian arkeologi yang penting bagi destinasi pendidikan dan pariwisata. Menurutnya, Soppeng merupakan daerah yang kaya akan potensi sejarah-budaya, lingkungan purba, dan tradisi, bahkan Sungai Purba WalennaE yang pada daerah alirannya mempresentasikan sejarah perubahan lingkungan, artefak batu, sisa-sisa fosil, situs kerajaan awal, pasar tradisional Cabbenge beserta bangunan kolonial. Soppeng memiliki binatang purba langka, misalnya Kura-kura raksasa, gajah kerdil, dan Celebochoerus Heekereni (babi purba yang sejauh ini hanya ditemukan di Soppeng). Katanya masih banyak yang bisa dijadikan produk pariwisata ke depan. Pada acara ini juga dilakukan pembagian Buku berjudul “Lembah WalennaE, Soppeng” terbitan Balai Arkeologi Sulawesi Selatan (2016) kepada tokoh dan partisipan yang hadir sebagai souvenir.

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas