.:: Selamat datang di website Balai Arkeologi Sulawesi Selatan "Bersama kami menemukan peradaban" ::.

Seminar Nasional

APEx Soppeng 2016 Rumah Peradaban - Balai Arkeologi Sulawesi Selatan yang berkerjasama dengan Taman Baca Soppeng menggelar Seminar Nasional dengan tema “Kekuatan Budaya Lokal dalam Menopang Distinasi Pariwisata” yang sekaligus dirangkaian dengan peluncuran buku Lembah Walennae : Lingkungan Purba dan Jejak Arkeologi Peradaban Soppeng, kegiatan tersebut berlangsung pada hari selasa (27/09/2016) bertempat di ruang pola kantor bupati Soppeng.

Hadir sebagai pembicara ialah Kepala Pusat Arkeologi Nasional Bapak Drs. I Made Geria, M.Si, dalam paparannya menguraikan banyaknya peninggalan-peninggalan arkeologi di Indoensia yang dijadikan sebagai potensi destinasi wisata, dia mencontohkan Sangiran kawasan manusia purba, Bali sebagai budaya yang mengakar dan dilestarikan oleh masyarakat sendiri.

Asistensi III Bapak Drs. Aziz M. M.Pd.I. selaku yang mewakili pemerintah daerah, dalam uraiannya menyapaikan keterbukaan pemerintah Daerah Soppeng dalam bekerjasama untuk memajukan  potensi arkeologi yang berada di sepanjang sungai Walennae sebagai destinasi pariwisata yang berbasis kebudayaan. Hal tersebut langsung diamini oleh Bapak Irfan Mahmud, S.S. M.Si selaku kepala Balai Arkeologi Sulawesi Selatan yang siap membantu pemerintah Daerah Soppeng, sebagai bukti nyata telah diluncurkan buku yang membahas khusus tentang peradaban Soppeng.

 Kesuksesan Sangiran sebagai barometer di Asia dalam menengelolah peninggalan manusia purba, maka pada kegiatan ini hadir sebagai pembicara Drs. Budhy Sancoyo, M.A. untuk memaparkan bagaimana pengelolaan kawasan manusia purba serta temuan benda-benda arkeologi yang ditemukan dan konsep tersebut bisa diadaptasi dalam pengelolaan lembah Walennae. Salah satu arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sulawesi Selatan ialah Bapak Rustam, S.S. yang telah banyak melakukan penyelamatan situs-situs di sepanjang sungai Walennae menyatakan pentingnya pengelolaan lembah Walennae yang terintegrasi. Panitia peneyelenggara juga menghadirkan dosen Politeknik Pariwisata Makassar yaituDr. Muhajir Suni, M.Pd dalam penyampaiannya bagaimana manajemen kepariwisataan agar dapat menarik banyak penggunjung sehingga berdapak ekonomi baik bagi masyarakat umum maupun pendapatan bagi Pemda. Soppeng.

Para peserta yang berasal dari guru, tokoh masyarakat, pemerhati budaya, peneliti dan mahasiswa yang hadir pada seminar ini mendapatkan buku  Lembah Walennae : Lingkungan Purba dan Jejak Arkeologi Peradaban Soppeng yang dibagikan oleh Balai Arkeologi Sulawesi Selatan dengan cuma-cuma (gratis).

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas