.:: Selamat datang di website Balai Arkeologi Sulawesi Selatan "Bersama kami menemukan peradaban" ::.

Mendikbud : Ayo Bekerja Baik, Disiplin, dan Tingkatkan Kinerja Balar

Senin, 23 Januari 2017

Administrator

Umum

Dibaca: 622 kali

Makassar, arkeologi-sulawesi.com. Dalam Kunjungan di Balai Arkeologi Sulawesi Selatan, Mendikbud Bapak Prof. Dr. Muhadjir Effendy mengingatkan kepada pimpinan dan staf Balai Arkeologi “agar bekerja lebih baik lagi, disiplin, dan terus meningkatkan kinerja”. Mendikbud menekankan pentingnya keterpaduan kegiatan, baik antar sesama UPT Pusat maupun dengan pemerintah daerah beserta stakeholder pendidikan. Selanjutnya, Bapak Menteri juga mengingatkan agar dapat mengatasi dengan segera bila ada kerusakan kecil, sesuai kemampuan yang dimiliki.

 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan selama dua hari melakukan kunjungan kerja di Sulawesi Selatan, tanggal 19--20 Januari 2017.  Dalam kunjungan ini Mendikbud didampingi Sekjen Kemendikbud Bapak  Suhardi, Ph.D beserta rombongan melakukan peninjauan ke beberapa sekolah,  dan UPT Kemendikbud di Makasssar dan berceramah ilmiah di Universitas Negeri Makassar.

 

Mendikbud, Prof. DR. Muhadjir Effendy pertama-tama mengunjungi SD IKIP Jl. Pettarani, kemudian menuju Balai Pelestarian Nilai Budaya Makassar (BPNB) dan Balai Bahasa Makassar serta SMA Insan Cendekia Syech Yusuf. Siang hari setelah melaksanakan shalat Jum’at Mendikbud menyampaikan ceramah ilmiah di Universitas Negeri Makassar.

 

Balai Arkeologi Sulawesi Selatan mendapat kunjungan terakhir. Dalam kunjungan ke Balai Arkeologi Sulawesi Selatan disertai sejumlah kepala UPT Kemendikbud dan beberapa stakeholder pendidikan. Kunjungan bapak Mendikbud merupakan kejutan dan dipandang keluarga Balai Arkeologi Sulawesi Selatan sebagai kado awal tahun Bapak Menteri. Karena sejak UPT ini berdiri tahun 1993, baru kali inilah pimpianan tertinggi kementerian berkenan “blusukan” melihat kondisi obyektif lingkungan kerja dan hasil-hasil penelitian arkeologi. Pimpinan dan staf Balai Arkeologi Sulsel menyambut dengan rasa terima kasih tak terhingga, atas kehadiran Bapak Menteri dan jajarannya yang sangat bermakna dan bersejarah.

 

Di Balai Arkeologi Sulsel, bapak Menteri meninjau ruang displey hasil penelitian wilayah kerja. Ruang displey tersebut rencananya dikembangkan sebagai ruang publik untuk menyajikan perkembangan hasil penelitian arkeologi  yang ter-up-date (mutakhir) dari waktu ke waktu, khususnya bagi para guru dan siswa serta masyarakat umum. Ruang Displey tersebut merupakan implementasi  sasaran program penguatan karakter bangsa, identitas (nasionalisme), kebhinnekaaan,  dan pemahaman sejarah-peradaban pada umumnya di wilayah kerja (Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara). Ruang displey yang dikerjakan secara bertahap baru selesai 60%. Rencananya pada tahap berikutnya akan dikembangkan dengan tambahan media pembelajaran, seperti casting artefak, film dokumenter, poster, bacaan pengayaan kebudayaan,  dan instrumen pembelajaran lainnya.

 

Selain meninjau ruang displey, Bapak Menteri juga mengunjungi ruang laboratorium analisis dan data base riset balai arkeologi. Peneliti menyampaikan bahwa laboratorium sekarang perlunya dukungan pembangunan menuju manajemen data sesuai standar dan kelayakan pelayanan publik. Laboratorium  sekarang merupakan pemanfaatan bekas gedung aula, sehingga dipandang belum sesuai standar pengelolaan data artefak yang jumlahnya puluhan ribu.

 

Bapak Menteri dan Sekjen Kemendikbud juga meyaksikan pemutaran salah satu dokumentasi film kegiatan “Rumah Peradaban” dengan nama  “Pagelaran Kemitraan Arkeologi  2016” atau archaeological partnership expose (Apex) yang melibatkan siswa dan guru SMA dari 7 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Kegiatan APEx-2016 bekerjasama dengan Pemda Soppeng, Unhas, Unhalu, Poltekpar Makassar, Komunitas Baca Soppeng, Ikatan Ahli Arkeologi (IAAI) Komda Sulampapua, dan Lima Desain.

 

APEx merupakan kegiatan terpadu, terdiri dari 9 event: (i) workshop siswa, (ii)seminar nasional, (iii) pameran, (iv) lomba-lomba siswa sebagai upaya pengejawantahan dan appresiasi hasil penelitian arkeologi, (v) duta arkeologi, (vi) pemberian award, (vii) peluncuran buku hasil penelitian dan (viii) diskusi buku, serta (ix) ekskursi siswa  ke situs arkeologi. Tahun 2017, APEx akan digelar dengan menyesuaikan Surat Edaran Mendikbud No. 1490/MPK/PR/2017, tentang Pelaksanaan Kegiatan TA 2017.

 

Kegiatan APEx tahun 2016 telah menghasilkan sejumlah output yang memiliki impact cukup baik, berupa: (i) 1 buku bacaan peradaban yang sudah dibagikan kepada para guru, siswa dan masyarakat; (ii) 1 album lagu ciptaan siswa, berisi tentang kisah situs dari sudut pandang siswa yang dapat digunakan sebagai media pengenalan obyek arkeologi lokal; dan (iii) jejaring komunitas siswa APEx; (iv) Taman Baca Peradaban, berisi sumbangan buku dari sejumlah donotur dan Balar; (v) Prasasti Kepedulian cagar budaya Lembah WalennaE, ditandatangani oleh Bupati Soppeng. Pasca kegiatan ini, sebagai bentuk perhatian pada potensi daerah, pemerintah Soppeng dan PATA meluncurkan: “Soppeng Tourism, The New Emerging Destination” di Menara Batavia Jakarta, tanggal 10 Nopember 2016.

 

Kegiatan APEx sesungguhnya dirancang untuk mengatasi keterbatasan anggaran, dengan partisipasi masyarakat luas. Sebagaimana diketahui bahwa dari 10 Balai Arkeologi di Indonesia, Balai Arkeologi Sulawesi Selatan mendapat alokasi anggaran cukup rendah tahun 2017. Menurut bagian perencanaan Balar Sulsel, “lembaga ini berada pada nomor 9 terkecil anggarannya dari 10 balai di Indonesia”. Oleh karena itu, Bapak Sekjen memberi arahan kepada pimpinan agar dapat berkoordinasi dan bekerjasama dengan UPT dan pemerintah daerah dalam mengatasi kekurangan alokasi anggaran.  (*Fahri--Budianto Hakim).

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas