.:: Selamat datang di website Balai Arkeologi Sulawesi Selatan "Bersama kami menemukan peradaban" ::.

Balai Arkeologi Sulawesi Selatan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Bedah Bacaan Siswa Literasi Arkeologi

Jumat, 06 April 2018

Administrator

Umum

Dibaca: 56 kali

Kendari, arkeologi-sulawesi.com,  Pada Rabu 16 Agustus 2017, bertempat di Hotel Grand Kendari, Balai Arkeologi Sulawesi Selatan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Bedah Bacaan Siswa. Kegiatan ini dimaksudkan untuk membedah salah satu buku terbitan Seri Literasi Arkeologi yang diterbitkan oleh Balar Sul-Sel yaitu “Jejak Arkeologi Perang Pasifik di Situs Lapangan Terbang Kendari 2”. Hal penting yang menjadi titik perhatian dalam bedah buku ini adalah materi atau content buku tersebut baik aspek data maupun aspek kelayakan sebagai bacaan untuk siswa. Kegiatan ini dihadiri oleh para narasumber sekaligus sebagai Pembahas dari Universitas Halu Oleo yaitu Drs. H. Abdul Rauf Sulaeman, M.Hum dan Dra. Dade Pratuntarti, M.Si dari Universitas Halu Oleo. Serta narasumber dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Sulawesi Tenggara Bapak Wahyu selaku penanggap dan pemberi masukan terhadap buku terbitan. Adapun para peserta dihadiri oleh Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara dan Guru mulai dari tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, hingga Sekolah Menengah Atas se-Kabupaten Konawe Selatan dan Kota Kendari.

 

Apresiasi positif disampaikan oleh para Pembahas dan Peserta terkait dengan penerbitan buku bacaan siswa oleh Lembaga Penelitian yang umumnya menerbitkan buku ilmiah yang terkesan “berat” dan sulit dipahami oleh kalangan pelajar. Penerbitan buku bacaan siswa ini merupakan langkah maju dalam mengenalkan hasil-hasil penelitian arkeologi di kalangan siswa. Namun, penting menjadi perhatian bahwa dibutuhkan kehati-hatian dalam mengisi materi buku bacaan untuk siswa, terlebih tema tentang Perang Dunia II yang sarat dengan muatan kekerasan dan kejahatan. Terkait dengan aspek kurikulum, Seri Literasi Arkeologi dapat menjadi bacaan tambahan dalam mendukung materi pelajaran Sejarah, Namun, masih dibutuhkan penambahan materi terkait dengan sejarah lokal tentang bagaimana Perang Dunia II berlangsung di Kendari. Berbagai saran dan kritik yang disampaikan oleh para Pembahas dan Peserta menjadi bahan evaluasi untuk penerbitan seri literasi arkeologi berikutnya (*Pai & Syarafat).

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas