.:: Selamat datang di website Balai Arkeologi Sulawesi Selatan "Bersama kami menemukan peradaban" ::.

Kompleks Makam Pallabuang

Sabtu, 21 Mei 2016

Administrator

Islam

Dibaca: 401 kali

Letak situs ini secara astronomi, yaitu pada posisi S. 03°30’30,2” dan E. 119°01’27,0”, dan secara administratif situs ini terletak di Kelurahan Tinambung, Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar. Terletak pada ketinggian 51 meter diatas permukaan laut. lingkungan kompleks makam berada di atas bukit Salatombo yang dikelilingi gugusan pemukiman, di sebelah barat adalah laut dan di sebelah timur adalah perkampungan rumah-rumah penduduk sedangkan lingkungan sekitar kompleks makam berupa kebun-kebun rakyat. Vegetasi yang terdapat pada Kompleks Makam Pallabuang adalah jati, asam, beringin, dan kelapa. Orientasi jirat makam utara-selatan dengan tipe dominan semi monolit sebagian di antaranya jirat pasang-sambung tanpa tiang-tiang penguat. Jumlah keseluruhan sebanyak 79 buah. Sementara tipe nisan yang dapat dikenali di dalam Kompleks Makam Pallabuang, diantaranya adalah: nisan tipe ukel (hulu keris) yang berpasangan dengan nisan tipe tongkat (gada) dan tipe ukel (hulu keris) berpasangan dengan nisan bentuk pipih bersayap (mirip nisan aur). Di antara nisannisan tersebut, ada satu nisan yang memiliki inskripsi angka tahun “Hijratun Nabi 1205 atau 1784 M. Dan sebagian besar makam-makam di kompleks ini tidak dikenal siapa tokoh yang dimakamkan di dalamnya.

Tokoh utama yang dikenal dimakamkan dalam kompleks ini adalah Puang Tuppa, ia termasuk Arajang Balangnipa sesuai tulisan yang di jumpai pada nisannya. Bahan nisan Puang Tuppa terbuat dari bahan kayu besi dengan tipe tongkat (gada). Pallabuang merupakan Jaka Tallunna Balangnipa yang artinya salah satu dari tiga putra Mahkota Maradia To Kape (Raja Balangnipa XXXIV). Saat Raja XXXIV menjabat ia di asingkan oleh Belanda ke Belitung sehingga pemerintahan kosong, atas dasar persetujuan dewan adat kerajaan, maka putra mahkota (Pallabuang) menjadi pejabat sementara, Pallabuang bernama asli Pamessei.

Indikasi arkeologi lainnya di situs ini berupa temuan fragmen Kerang, Gerabah dan Keramik Ching abad 17-18 M. Kehadiran jenis temuan ini merupakan bukti adanya aktivitas manusia masa lalu yang untuk sementara dapat dikaitkan dengan pemukiman. 

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas