.:: Selamat datang di website Balai Arkeologi Sulawesi Selatan "Bersama kami menemukan peradaban" ::.

Situs Allamung Batu

Allamung Batu yang menjadi simbol penyatuan tujuh kerajaan di pesisir dan tujuh kerajaan di pedalaman dalam sebuah konfederasi Mandar di sekitar abad ke- 18 yang diprakarsai oleh Tomepayung saat memerintah kerajaan Balanipa. Penyatuan yang disimbolkan dengan batu alam yang ditanam kedalam tanah terletak di kampung PottoPotto, Desa Luyo, Kecamatan Luyo sekitar 25 Km dari ibukota Polewali. Letak Astronominya yaitu: S. 03°22’53,1” dan E. 119°08’04,3” dengan ketinggian 28 meter diatas permukaan laut (d.p.l).

Situs Allamungan batu merupakan tanah datar yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai lahan perkebunan Coklat, Kelapa dan beberapa tanaman jangka pendek. Batu penanda konfederasi tersebut berupa batu Sungai yang berukuran tinggi 31 cm, lebar 24 cm, dan tebal 13 cm. Situs ini disakralkan oleh masyarakat Mandar, sehingga sering dikunjungi oleh orang-orang lokal dan dari berbagai daerah lainnya. Potensi ini tentunya menarik untuk dikembangkan oleh pemerintah setempat menjadi lokasi wisata Ziarah.

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas