.:: Selamat datang di website Balai Arkeologi Sulawesi Selatan "Bersama kami menemukan peradaban" ::.

Situs Gadde

Sabtu, 21 Mei 2016

Administrator

Islam

Dibaca: 474 kali

Berada ditepi pantai dengan posisi 03°30’49.9” (Selatan) dan 119°01’42.4” (Timur). Dan secara administratif termasuk dalam wilayah Desa Tangngatangnga, Kecamatan Tinambung. Situs ini diyakini  oleh  penduduk sebagai bekas pasar Kerajaan  Balangnipa di masa lalu. Selain itu, situs ini juga dipercaya sebagai tempat mendaratnya salah seorang Kiyai atau penyebar Islam dari Jawa. Oleh sebab itu, nama Gadde berasal dari bahasa Jawa yang berarti “Gede” atau besar.

Sekarang situs ini menjadi pemukiman yang cukup padat dan dimukimi oleh penduduk yang mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan.

Pernyataan di atas, kemungkinan besar benar sebab di daerah Pambusuang, Kecamatan Tinambung ditemukan dua naskah kuna Al Quran dan Tasawuf yang ditulis tangan dan disimpan oleh H. Abdul Gani (70 Th). Dari penelitian yang dilakukan oleh Sowedi Montana tahun 1995 terhadap naskah ini, diketahui bahwa naskah tersebut memakai kertas “propatria” buatan London tahun 1736. Sehubungan dengan penamaan “Gede” menurut ulama besar Mandar H. Muhammad Mu’ti (75 th) bahwa ulama yang mendarat di situs Gadde adalah Guru Ge’de yang datang bersama dengan Syekh Abdul Manan darimPulau Jawa. Lanjut dikatan oleh H. Muh. Mu’ti,  bahwa kemungkinan juga yang dimaksud ulama yang mendarat di situs Gadde adalah Syekh Yusuf yang juga datang ke Mandar untuk mengIslamkan dan Beliau adalah menantu dari Sultan Agung Tirtayasa di Banteng (lihat Montana, 1995:29).

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas