.:: Selamat datang di website Balai Arkeologi Sulawesi Selatan "Bersama kami menemukan peradaban" ::.

Situs Kompleks Makam Pattolawali

Sabtu, 21 Mei 2016

Administrator

Islam

Dibaca: 310 kali

Secara administratif termasuk dalam wilayah Desa Alu Kecamatan Alu Kabupaten Polewali Mandar dan keletakannya berdasarkan titik astronomi, yaitu 03 derajat 24’30.1” (Selatan) dan 118 derajat 58’37.4” (Timur).  Kompleks makam ini masih terpelihara dengan baik, hal ini dikarenakan sebagian besar penduduk setempat yang bermukim disekitar makam masih ada hubungan darah dengan tokoh-tokoh yang dimakamkan dikompleks tersebut. Kompleks ini memiliki pagar keliling dari susunan batu alam engan ukuran 20 X 20 meter. Jumlah makam dikompleks ini adalah sebanyak 28. Menurut keterangan penduduk setempat bahwa  tokoh  utama yang d imakamkan di kompleks ini adalah ”To Mapute Ceranna” yang bergelar “To Salama Matindoe Ri Sambahyanna”. Konon Tokoh ini adalah orang pertama yang memeluk Islam di daerah ini. Pada masa kemudian (sezaman dengan pendudukan Belanda di Sulawesi Selatan) tokoh selanjutnya yang dimakamkan dikompleks ini  adalah cucu dari To Salama Matindoe Ri Sambahyannna yang bernama “Pattolawali”. Pattolawali  salah seorang Raja Allu yang dikenal gigih dalam melawan penjajah Belanda sehingga beliau wafat dalam pertempuran melawan Belanda (wawancara dengan Rahman,  65 tahun desa Allu). Sementara makam  lainnya tidak dikenali oleh masyarakat setempat, tetapi menurut Pak Rahman (tokoh masyarakat Allu) bahwa orangorang yang dimakamkan di kompleks ini hanya raja yang pernah memimpin kerajaan Allu dan  kerabatnya.

Secara umum  tipe makam yang dapat dikenali adalah  jiratnya berupa balok batu yang dipasang secara susun timbun dan antero, dengan varian nisan hulu keris. gada stilir. pipih stilir. Khusu makam “ To Mapute Ceranna” memiliki jirat susun timbun dengan memakai nisan  Gada berpasangan nisan hulu keris dari bahan batu andesit. Ukuran jiratnya adalah panjang 204 cm dan lebarnya 123 cm serta nisannya memiliki tinggi 20 cm dengan diameter nisan gada adalah 22 cm. Secara keseluruhan orientasi makam menghadap utara-selatan (Islam). Selain itu, disekitar makam ditemukan beberapa pecahan gerabah dan keramik. Khusus keramiknya berdasarkan atribut yang dimiliki menunjukkan asal pembuatannya berasal dari Dinasti Ming sekitar abad 15-16 M.

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas