.:: Selamat datang di website Balai Arkeologi Sulawesi Selatan "Bersama kami menemukan peradaban" ::.

Situs Makam To Makaka Allung

To Makaka Allung (Tuan Belopadang) di makamkan dengan memakai wadah (duni). Duni ini berukuran panjang 2,90 cm, lebar 50 cm, dan tinggi 47 cm, terbuat dari bahan kayu bitti. Pada lokasi pemakaman ini di temukan 2 buah duni tanpa ada rangka dan berada didusun Sampoang, Desa Patam Panua, Kecamatan Matakali, di bawah ceruk susunan batu besar, Posisi ceruk di kaki bukit Laija gunung merupakan hamparan batu besar dengan Letak astronominya; S. 03°23’16,9” dan E. 119°17’46,4”. Terletak pada ketinggian 55 meter diatas permukaan laut (d.p.l).  konon To Makaka adalah nenek moyang yang datang dari gunung sekitar Mamasa atau Toraja dan dipercaya oleh masyarakat sekitar sebagai cikal bakal leluhur mereka. Cerita masyarakat sekitar makam tersebut sangat berkait dengan folklor  orang-orang Mamasa ( pitu ulunna salu) bahwa dahulu kala para leluhur orang Mamasa kalau ingin kawin sedapat mungkin mencari wanita di Mandar, karena anak-anak Maraddia berparas cantik. Folklor yang dimaksud adalah cerita seorang  Kepala Suku di Mamasa bernama Tato Bulawan kawin dengan anaknya Maradia Pollo’na Wai. Cerita rakyat tersebut memiliki persamaan dengan folklor dari masyarakat Allu yang mengatakan nenek moyangnya  (Puang Saragian) berasal dari gunung sekitar Mamasa (Rante Bulawan).

Berita Terkait

Komentar via Facebook

Kembali ke atas